0
Thumbs Up
Thumbs Down

Virus Corona Bikin Penjualan Mobil di China Memburuk

carmudi
carmudi - Tue, 18 Feb 2020 09:45
Dilihat: 100
Ilustrasi pabrik mobil di China (Foto: CNN)

Hongkong - Dampak virus corona (Covid-19) di China telah merambat ke beberapa industri, tak terkecuali otomotif. Menurut laporan asosiasi produsen mobil di China atau China Association of Automobile Manufacturers (CAAM) akibat virus corona penjualan mobil pada Januari 2020 mengalami penurunan sekira 18 persen dari periode yang sama tahun lalu. Januari tahun lalu total penjualan mobil mencapai dua juta unit.

Sebagaimana dilaporkan CNN yang dikutip ulang oleh Paultan, CAAM memprediksi penurunan penjualan mobil di Januari bisa lebih curam di bulan ini. Dikatakannya, virus corona akan memberikan efek yang jauh "menyedihkan" bagi industri mobil. Kemungkinan lebih menyedihkan dibanding virus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang terjadi pada 2003. Kala itu, penjualan mobil di Cina melambat menjadi 13% pada April 2003 dan 8% pada Mei. Tetapi beruntung, setelah kejadian itu penjualan mobil di China kembali normal.

Wabah virus corona telah menggangu rantai pasokan mobil China. Menurut CAAM penyakit ini memiliki menjalar pada industri mobil global. Banyak pabrik mobil di China telah ditutup selama berminggu-minggu, dan menunda memproduksi mobil serta komponen. Toyota misalnya, pabrikan mobil asal Jepang itu memutuskan untuk menghentikan produksi mobil di pabriknya di China sampai beberapa hari ke depan.

CAAM membeberkan setidaknya ada 59 dari 183 pabrik di China yang memproduksi mobil telah kembali beroperasi dan berproduksi pada Rabu, 12 Februari 2020. Para pengamat otomotif khawatir pabrik mobil di seluruh dunia bisa terhenti jika pemasok suku cadang dari China tutup lebih lama.

Cita-cita Cina untuk mengadopsi kendaraan energi baru, seperti mobil hybrid, listrik atau plug-in hybrid, kemungkinan akan mengalami gangguan. Sebab penjualan mobil-mobil ramah lingkungan itu itu anjlok sekira 54% pada Januari 2020 menjadi 44.000 unit.

Imbas Virus Corona Nissan Stop Produksi

Nissan mengumumkan bahwa perusahaan akan menghentikan sementara proses produksi mobil di pabriknya di Kyushu, Jepang. Hal ini dikarenakan terganggunya pasokan suku cadang Nissan yang dibuat di China.

Nissan menjadi pabrikan mobil pertama di Jepang yang menghentikan aktivitas pabrik dan yang kedua di luar China setelah Hyundai di Korea Selatan. Dalam sebuah pernyataan resmi, Nissan mengatakan bahwa akan ada penyesuaian produksi mobil sementara pada 14 sampai 17 Februari karena kekurangan pasokan suku cadang dari China. Langkah ini dapat berdampak pada produksi sekira 3.000 kendaraan. Demikian seperti dilaporkan Nikkei.

Ilustrasi pabrik mobil di China (Foto: Paultan)

Dua jalur produksi mobil Nissan akan dihentikan pada Hari Valentine. Sementara jalur lain, yang utamanya membuat mobil untuk ekspor, akan dihentikan pada 17 Februari 2020.

Pabrik Nissan yang berlokasi di barat daya Jepang itu memproduksi Multi Purpose Vehicle (MPV) Serena untuk pasar domestik dan Sport Utility Vehicle (SUV) Rogue atau dikenal juga dengan Nissan X-Trail, salah satu mobil terlaris di pasar Amerika Serikat. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi sebanyak 530 ribu unit dalam satu tahun.

Penulis: Santo

Editor: Lesmana

Sumber: carmudi
Cari Bengkel Mobil
PARTNER KAMI
carmudi
carvaganza
Cintamobil
Garduoto
Mobil WOW
Mobil123
Mobilmo
MotorExpertz
Oto
OTORAI
Otospirit
RajaMobil