0
Thumbs Up
Thumbs Down

Rookie Sensasional, Jorge Martin: Saya Dedikasikan Podium Perdana ini Untuk Fausto Gresini

MotorExpertz
MotorExpertz - Wed, 07 Apr 2021 18:29
Dilihat: 61
Rookie Sensasional, Jorge Martin: Saya Dedikasikan Podium Perdana ini Untuk Fausto Gresini

LOSAIL, ME. Di seri kedua MotoGP Doha 2021 lalu kita melihat bintang baru dari seorang Jorge Martin. Dia tampil maksimal dan paling menarik, dia rookie kedua setelah Marc Marquez yang mampu mendapat podium perdana.

Musim ini Jorge Martin datang sebagai rookie dari kelas Moto2. Memang bukan seorang juara dunia layaknya Enea Bastianini. Jorge Martin besar dan merupakan juara dunia kelas Moto3 bersama tim Gresini Racing.

Saat ini pembalap asal Spanyol itu, adalah andalan kedua setelah Johann Zarco di Pramac Ducati. Di seri dua lalu, Martin sukses tampil impresif sejak babak kualifikasi, dengan meraih pole position.

Kemudian saat race day, penampilan dia cukup menjanjikan, lantaran mampu bertahan memimpin balapan hingga 17 lap. Hal ini jarang dilakukan seorang rookie dalam pentas sekelas MotoGP.

Terakhir kali kita melihat Marc Marquez di musim perdananya kala itu, yakni musim 2013. Meski gagal mempertahankan posisi terdepan, pada akhirnya Martin tetap bertahan di tiga besar hingga naik podium di posisi ketiga.

Tentunya ini rekor kecil bagi Martin setelah meraih pole dan podium perdana di MotoGP. Dia mengaku, kalau podium perdana ini dia dedikasikan untuk mendiang Fausto Gresini. Karena berkat Gresini, Martin mencapai puncak karier seorang pembalap dunia, yakni tampil di kelas MotoGP.

"Saya ingin mempersembahkan podium ini untuk Fausto karena podium pertama saya di MotoGP. Dia sangat penting dalam karier saya karena ketika dia memberi saya kesempatan untuk membalap bersama Honda (di Moto3),"

"Saya berada di situasi yang sangat buruk, karena saya menggunakan motor yang buruk dan saya tidak membuat hasil yang bagus. Dan dia berkata 'Oke, datang ke sini [ke Gresini], saya tahu Anda memiliki bakat dan kami bisa memenangkan kejuaraan ini'.

“Dan kami melakukannya bersama, jadi saya sangat merindukannya karena bagi saya dia adalah teman yang sangat dekat. Dia seperti keluarga bagiku. Saya berhenti hari ini dengan tim Gresini untuk memberikan pelukan erat dan yang pasti dia melihat di sana," ujar Martin, seperti dikutip dari Motorsport.com.

Di awal balapan, Martin mengaku sempat merasa 'demam panggung', lantaran gugup memulai balapan langsung dari depan. Tapi, mental dia cukup hebat, karena mampu bertahan hingga 17 lap di posisi terdepan, bradsis.

Dia bilang kenapa bisa disalip oleh Fabio Quartararo dan Johann Zarco di lap-lap akhir. Katanya, kecepatan tunggangannya mulai mengendur seiring menurunnya performa ban. Hal ini wajar, karena tekanan dari rider di belakang, memicu pembalap agar terus memacu motor sekencang-kencangnya.

“Saya kehilangan sedikit kecepatan, karena ketika Fabio menyusul saya, saya ada pada batas untuk mengejarnya. Tapi kemudian saya berpikir 'Oke, mungkin sekarang saatnya untuk memacu dan mengejarnya, sehingga saya bisa mempertahankan podium ini'.

“Pada akhirnya, sangat disayangkan kehilangan posisi kedua. Saya senang 100%, karena ketika saya melihat Johann, saya berkata 'Saya tidak dapat mencobanya, karena jika saya mencoba dan kami mengalami kecelakaan itu adalah bencana'.

"Dia berada dalam peran yang berbeda dalam tim, dia harus berada di sana, untuk mencoba memenangkan kejuaraan ini. Tapi saya sedikit mencoba masuk ke dalam untuk berusaha mempertahankan podium dan posisi ketiga hasil yang luar biasa.

“Setelah pramusim singkat di MotoGP, saya memanfaat momen tersebut agar bisa berada di sini. Jadi, saya sangat senang. Sebenarnya saya agak gugup, saya pikir bahkan lebih dari minggu lalu, karena berada di posisi terdepan itu tidak mudah.

“Saya pikir saya tidak memiliki kecepatan cukup kuat untuk bertahan dengan para pembalap depan, tetapi setiap lapnya terasa semakin dekat (ke finish).

“Saya tidak terlalu memaksa, tetapi saya mengelola dengan sangat baik dan bahkan saat itu, saya membuat 1m55.2s, 1m55.1s, 1m55.4s. Jadi, progresnya bagus dan itulah mengapa saya berada di depan. Dan bahkan jika saya gugup, saya bisa mengendalikannya dengan baik," tandas Martin.

Sumber: MotorExpertz
Cari Bengkel Mobil
PARTNER KAMI
carmudi
carvaganza
Cintamobil
Garduoto
Mobil WOW
Mobil123
Mobilmo
MotorExpertz
Oto
OTORAI
Otospirit
RajaMobil