0
Thumbs Up
Thumbs Down

Perhatikan, Berteduh Sembarangan di Kolong Flyover atau Terowongan Bisa Kena Tilang

carmudi
carmudi - Thu, 13 Feb 2020 12:30
Dilihat: 38
Polisi berhak tilang pengendara yang berteduh sembarangan

Jakarta - Di musim penghujan, para pemotor perlu waspada dengan hujan yang turun tiba-tiba. Meski demikian, masih banyak pemotor yang cuek dan memilih berteduh di kolong flyover atau terowongan hingga menutup sebagian ruas jalan. Pihak kepolisian pun berwenang melayangkan tilang kepada pemotor yang berteduh sembarangan.

Para pemotor sebaiknya selalu membawa jas hujan untuk antisipasi kala hujan turun. Sebab, berteduh di sembarang tempat bisa mengganggu pengguna jalan lainnya. Ini membuat lalu lintas pun jadi tersendat karena sebagian ruas jalan terhalang motor yang diparkir pemiliknya saat berteduh.

Kebiasaan yang salah dan mesti dihindari yakni mengganggu dan menimbulkan kemacetan. Sikap mereka pun jelas salah bila merujuk pada Undang-Undang (UU) No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 105. UU tersebut menjelaskan bila setiap orang yang menggunakan jalan wajib berperilaku tertib, mencegah hal-hal yang dapat merintangi, membahayakan keamanan, dan keselamatan lalu lintas, serta angkutan jalan, atau yang dapat menimbulkan kerusakan jalan.

"Pengendara yang berteduh hingga parkir di bawah jembatan penyeberangan atau kolong flyover berpotensi menimbulkan masalah. Mereka membuat macet dan hal lain yang berkaitan dengan keselamatan berlalu lintas. Perilaku ini tentunya dapat merintangi, membahayakan keamanan, dan keselamatan serta angkutan jalan, dan mengganggu ketertiban," kata Budiyanto, purnawirawan polisi yang kini menjadi pengamat transportasi sebagaimana dikutip dari laman NTMC Polri.

Menurut Budiyanto, pengendara tidak bisa sembarangan berhenti, meski saat itu kondisi mendadak hujan. Ada tata cara berhenti dan parkir yang diatur pada Pasal 106 ayat (4) huruf d UU 22/2009. Bila pengendara 'bandel' atau tidak patuh karena berteduh sembarangan, polisi sah bila menindak tilang.

Pasal untuk Tilang Pengendara yang Berteduh SembaranganPengendara motor sering berteduh sembarangan dan membuat macet

Penindakan tilang dari kepolisian, mengacu pada ketentuan pada UU 22/2009 Pasal 104 ayat 3. Pasal tersebut berbunyi bahwa pengguna jalan wajib mematuhi perintah yang diberikan oleh Petugas Kepolisian Negara Indonesia. Dasar hukum penindakan diperkuat dengan Pasal 282 UU 22/2009 yang menyebut bila pengguna jalan yang tidak mematuhi perintah polisi dapat dipidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp250 ribu.

"Diimbau kepada pengguna jalan untuk mempersiapkan kelengkapan berkendara saat hujan. Jika ingin memakai jas hujan, sebaiknya agar mencari pemberhentian di tempat yang aman dan tidak mengganggu arus lalu lintas," kata Budiyanto.

Penulis: Yongki Sanjaya

Editor: Dimas

Baca Juga:Ribuan Sepeda Motor di DKI Tertangkap Tilang Elektronik, Mayoritas Terobos Jalur Trans Jakarta
Sumber: carmudi
Cari Bengkel Mobil
PARTNER KAMI
carmudi
carvaganza
Cintamobil
Garduoto
Mobil WOW
Mobil123
Mobilmo
MotorExpertz
Oto
OTORAI
Otospirit
RajaMobil