0
Thumbs Up
Thumbs Down

Begini Tips Aman Mengemudi Truk dan Bus ala Hino

carmudi
carmudi - Wed, 17 Jul 2019 19:00
Dilihat: 85
Tips mengemudi aman ala Hino. (Foto: Carmudi/Yongki)

Tangerang - Tips aman mengemudi sepertinya belum jadi perhatian, lantaran selama ini kendaraan komersial baik itu bus maupun truk sering dianggap menjadi biang penyebab kecelakaan. Minimnya kesadaran soal keselamatan jadi alasan klasik kendaraan angkutan barang dan penumpang saat terjadi kecelakaan. Hino selaku produsen bus dan truk di Indonesia berusaha menekan angka kecelakaan dengan terus memberi tips dan informasi bagaimana mengemudi yang aman.

Sebenarnya, akar masalah dari minimnya kesadaran soal keselamatan ini ialah akibat human error. Pengemudi masih sering mengabaikan soal kedisiplinan berlalu lintas. Tak kalah penting, inspeksi kendaraan sebelum melakukan perjalanan amat jarang dilakukan.

"Driver ini seringkali langsung naik terus 'mancal' (injak) gas gitu aja. Memang ini masalah human error ini agak susah, ada lima kategori terbesar yang menjadi problem kecelakaan. Dari lima faktor tadi, satu sampai empat faktor di antaranya disebabkan oleh disiplin dan capek pengemudi, sementara faktor yang ke lima adalah soal perawatan," ungkap Santiko Wardoyo, selaku Direktur Penjualan dan Promosi PT HMSI.

Kompetisi Safety Driving Tingkatkan Kesadaran Keselamatan PengemudiHino Safety Driving. (Foto: Carmudi/Yongki)

Dalam aktivitas Hino Safety Driving Competition, PT Hino Motors Sales Indonesia bertanggung jawab memberi kesadaran soal keselamatan pelanggan, masyarakat dan pemerintah. Dalam uji keterampilan mengemudi ini, pengemudi diminta jalan zig-zag, jalan menyempit dan juga dites untuk ketelitan dalam melihat area yang tidak terlihat atau blind spot. Setelah tes keahlian atau skill test, pengemudi akan diuji juga untuk tes kehematan dalam mengemudi atau eco-driving.

"Dalam tes ini pada saat belok enggak pasang sein ada minus poinnya. Masalah pengereman, jarak berapa mereka harus ngerem perlu tahu. Mengenai keefisienan dalam berkendara, kita lihat juga mereka cara akselerasinya," ujar Wibowo Santoso selaku Deputy General Manager Sales Planning & Strategic Division PT HMSI.

Wibowo menjelaskan, penilaian akselerasi berkaitan dengan efisiensi dan juga aspek safety. Apabila pengemudi bersikap ugal-ugalan maka menyebabkan pemborosan bahan bakar dan kampas rem.

Pengemudi juga perlu memahami soal daily inspection, proper driving, economical driving, safety driving, dan tanda rambu-rambu lalu lintas. Dengan cara mengemudi yang benar dan aman ditambah pemeliharaan rutin yang tepat, pengemudi truk menyumbang keselamatan di jalan raya bagi sesama pengguna jalan dan masyarakat sekitar.

"Masalah perawatan ini kaitannya dengan life time kendaraan. Kita melakukan berbagai macam usaha supaya pengemudi merawat mobilnya. Setelah melakukan kompetisi, kita lakukan survei ke mereka. pemilik perusahaan sangat senang karena ada perubahan dari pengemudi. Mereka jadi mengontrol kendaraan, biasanya buka pintu pancal gas jalan," jelas Santiko.

Tips Aman dalam Mengemudi Truk dan BusTips mengemudi aman truk jadi faktor penting diperhatian demi keselamatan jalan. (Foto: Carmudi/Yongki)

Dalam mengoperasikan kendaraan berat seperti truk dan bus, pengemudi harus peduli dengan kondisi kendaraan mereka. Persiapan awal memeriksa kondisi kendaraan laik jalan menjadi faktor utama yang mendukung dalam keselamatan mengemudi.

Irwan Supriono, selaku Senior Executive Officer Aftersales Service & Technical PT HMSI memberi tips aman soal mengemudi truk atau bus. Menurutnya, pengemudi harus "bawel" kepada mekanik soal kondisi kendaraannya.

"Pengemudi berhak memberitahu kepada mekaniknya bila menemukan kondisi abnormal, misalnya rem tidak enak. Pengemudi kunci melakukan perawatan karena bisa saja mekanik lupa," ungkap Irwan.

Menambahkan Irwan, Wibowo dalam hal ini menegaskan fungsi pengemudi sebagai orang pertama yang mengingatkan mekanik. Pengemudi wajib memberi tahu apabila kondisi truk atau bus mereka kurang bekerja maksimal. Sementara soal perawatan menjadi kewajiban utama pemilik kendaraan dalam hal ini mekanik sebagai penanggung jawabnya.

"Untuk perawatan, kami lebih rekomendasikan pengemudi peka bila saatnya ganti oli atau rem dan kopling kurang bekerja. Bidangnya si driver membawa kendaraan, untuk perawatan fokus kepada perusahaan langsung. Kalau kendaraan dirawat secara rutin mudah-mudahan terhindar dari kecelakaan," jelas Wibowo.

Masih seputar persiapan sebelum mengemudi, Ahmad Wahyudi selaku Kasubdit Angkutan Multimoda dan Antarkota menekankan soal pengecekan kondisi kendaraan secara menyeluruh. Pengemudi sebaiknya memutari kendaraannya untuk memeriksa setiap bagian secara detail. Ia juga mengingatkan kepada pengemudi supaya memberi jeda istirahat setelah berkendara beberapa waktu.

"Pengemudi harus keliling dulu kendaraannya, apalagi kendaraan mereka kan besar-besar. Mulai dari ban siapa tahu anak kecil ada yang tidur di situ seperti yang di tayangan YouTube. Setelah mengemudi 50 kilometer pertama harus berhenti, itu sudah ada aturannya," jelas Wahyudi.

Kecelakaan Lalu Lintas Penyebab Kemiskinan

Faktor human error menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Dampak kecelakaan ini ternyata cukup besar dan menurut penelitian bahkan bisa menambah angka kemiskinan. Pemerintah dalam hal ini Departemen Perhubungan berusaha terus menekan angka kecelakaan dengan rutin memberikan tips aman mengemudi bagi supir truk, bus, atau kendaraan bermotor lainnya.

"Menurut data Polri, 70-75 orang meninggal di jalan perhari, dan per jamnya 4-5 orang. Penelitian terakhir dari Pustram UGM, kalau yang mengalami kecelakaan itu adalah penopang ekonomi keluarga, rata-rata 70% keluarga itu jadi miskin. Ini pekerjaan yang berat bagi kami di pemerintah untuk menekan angka kecelakaan ini," ungkap Wahyudi.

Salah satu strategi Dinas Perhubungan untuk menekan jumlah pengemudi ugal-ugalan ialah memberi imbauan persuasif. Caranya, petugas di lapangan akan menghitung estimasi waktu perjalanan dari bus yang tiba di terminal. Apabila menurut petugas terlalu cepat, maka pengemudi akan mendapat teguran.

"Untuk bus yang lebih cepat masuk ke terminal, kita akan tanya mengapa lebih cepat. Kita punya software sederhana untuk memantau kemacetan oleh petugas di lapangan sebagai patokan jalur yang mereka lalui. Kemudian, di bus kita pasangi e log book seperti black box di pesawat untuk memantau apabila pengemudi memainkan gas dan belok secara radikal," ucapnya. (dms)

Sumber: carmudi
Cari Bengkel Mobil
PARTNER KAMI
carmudi
Cintamobil
Mobil WOW
Mobil123
Mobilmo
MotorExpertz
OTORAI
Otospirit
RajaMobil